November 16th, 2011

PT Lippo Karawaci Tbk

                       

Pertama kali didirikan sebagai PT Tunggal Reksakencana. PT Lippo Karawaci didirikan pada Oktober 1990 sebagai anak perusahaan Grup Lippo. PT Lippo Karawaci Tbk pada awalnya didirikan pada visi untuk mempengaruhi kehidupan melalui pengembangan terencana kota-kota mandiri yang berkelanjutan dengan lingkungan hijau dan infrastruktur kelas pertama fisik dan sosial. Pada bulan Januari 1993, Lippo Karawaci meresmikan pembangunan kota mandiri pertamanya Lippo Village di Karawaci, Tangerang, yang terletak 30km sebelah barat Jakarta. Pada tahun yang sama, perseroan mulai mengembangkan Lippo Cikarang, sebuah kota mandiri dengan kawasan industri ringan yang yang terletak 40km sebelah timur Jakarta. Bermitra dengan EJIP (East Jakarta Industrial Park) perusahaan-perusahan dari Jepang dan Hyundai Inti Development dari Korea. Selanjutnya Lippo Karawaci mengembangkan kota mandiri Tanjung Bunga di Makassar, Sulawesi Selatan pada tahun 1997.

Melalui penggabungan dari 8 perusahaan properti terkait pada tahun 2004, perusahaan telah memperluas portofolio bisnis untuk retail mall, kesehatan, hotel dan rekreasi, serta fee based pendapatan portofolio.

PT. Lippo Karawaci, Tbk memiliki unit bisnis-unit bisnis yang dituangkan dalam portofolio yang terdiri dari 6 segmen usaha yang membentuk suatu fondasi kuat bagi masa depan perusahaan.

1.      Urban Development

Kota-kota mandiri yang terencana dan dirancang kohesif serta dikembangkan dalam mengantisipasi pertumbuhan penduduk yang pesat.  Proyek-proyeknya antara lain: Lippo Vilage, Lippo Cikarang, Tanjung Bunga, Royal Serpong Villages, San Diego Hills Memorial Park

2.      Large Scale Integrated Development

Suatu fasilitas terintegrasi yang menyatukan  kondominium, perumahan, daerah komersial dan hiburan, ruang kantor, fasilitas kesehatan, pendidikan dalam tunggal lokasi strategis, dilengkapi dengan fasilitas kelas satu, infrastruktur dan lingkungan hijau.

Proyek Pembangunan ini antara lain: City of Tomorrow, Kemang Village, The St. Moritz Penthouse & Residences

3.      Retail Malls


Lippo karawaci memulai pembangunan mall di seluruh Indonesia sejak tahun 2002 hingga 2006. Jaringan mall Lippo Karwaci antara lain : Pejaten Village, Pluit Village, Sun Plaza, City of Tomorrow Mall, The Plaza Semanggi, Gajah Mada Plaza, Cibubur junction, Bandung Indah Plaza,dan lain-lain.

4.      Health Care


Siloam Hospitals adalah grup rumah sakit swasta terkemuka yang terdiri dari tujuh rumah sakit, menyediakan perawatan kesehatan kelas dunia untuk  pasien dalam negeri dan luar negeri. 

5.      Hospitality and Infrastructure

Lippo Karawaci dengan Arya Duta Hotel & Resort Group fokus dalam mengembangkan pertumbuhan bisnisnya untuk menjadi operator hotel utama nasional. Aryaduta Hotel tersebar di 8 kota dan menyediakan fasilitas dan pelayanan kelas dunia yang terintegrasi dengan infratruktur lainnya.

6.      Property and Portfolio Management


Lippo Karawaci  suskses meluncurkan First Healthcare REIT (Real Estate Investment Trust) di Asia dan menjadi sponsor Lippo Malls Indonesia Retail nmall Indonesia pertama trust listed di Singapura.

Lippo Karawaci kini merupakan perusahaan properti terbesar yang terdaftar di Indonesia dengan aset, pendapatan dan laba bersih, dengan model, bisnis yang sangat terfokus unik dan terintegrasi,grup rumah sakit swasta terkemuka dan mencaai standar dunia dan tak terbantahkan pemimpin industri ritel properti.

ANALISIS RISIKO SAHAM PERUSAHAAN DAN RISIKO PASAR LPKR

Dari hasil pengolahan data return saham LPKR dan return pasar IHSG dari 1 Januari 2010 – 30 Oktober 2011 diperoleh:

Posisi tertinggi return harga saham LPKR      : 0.105263

Posisi tertinggi return pasar IHSG                  : 0.072654

Posisi terendah return harga saham LPKR     : -0.17647

Posisi terendah return pasar IHSG                 : -0.0888

Standar Deviasi return harga saham LPKR    : 0.027451

Standar Deviasi return pasar IHSG                : 0.013916

Rerata return harga saham LPKR                   : 0.000956

Rerata return pasar IHSG                               : 0.000983

Selanjutnya untuk mengitung seberapa besar risiko pasar atau systematic risk yang dihadapi LPKR dilakukan analisi beta saham dengan metode regresi.

Dari hasil output regresi tersebut kita dapat merumuskan persamaan :

Y=α + βx

Dimana,

Y= return saham LPKR

α = konstanta

β = nilai beta saham (mencerminkan resiko pasar)

x = return pasar IHSG

maka dibentuk sebuah persamaan :

R LPKR= 0.00036154  + 0.6042 R IHSG

ANALISIS

Beta saham memiliki nilai positif , menggambarkan bahwa ada hubungan yang positif antara return saham harian LPKR dengan return pasar IHSG. Artinya apabila return pasar IHSG naik, return saham LPKR juga akan naik. Misalnya harga pasar keseluruhan naik atau turun 1 % maka harga saham akan naik atau turun sebesar 0.6042 %. Apabila  koefisien beta saham <1, artinya pergerakan return saham lebih kecil dari pergerakan return pasar. Hal ini menunjukkan tingkat resiko pasar yang relatif rendah. Dengan demikian tingkat pengembaliannya juga rendah.   

Hal ini dapat dikarenakan Lippo Karawaci bergerak dalam bidang bisnis properti yang memiliki resiko lebih kecil apabila dibandingkan dengan perusahaan dengan bisnis di bidang lain misalnya perbankan yang beresiko lebih besar tapi return tinggi juga. Oleh karena itu investasi saham LPKR lebih cocok untuk jenis investor yang cenderung mengindari risiko (risk averse) karena resiko yang kecil. Tapi untuk investasi pada bidang yang merupakan investasi jangka panjang karena perputaran uang lebih panjang dan return yang diberikan kecil.

FAKTOR – FAKTOR YANG MEMPENGARUHI RETURN SAHAM DAN RETURN PASAR


ANALISIS

Pergerakan harga saham Lippo Karawaci, Tbk. terbilang cukup fluktuatif karena harga saham mengalami pergerakan yang cukup signifikan

Harga saham yang fluktuatif juga menyebabkan para investor harus berhati-hati saat akan menginvestasikan uangnya pada saham LPKR karena harga saham yang sulit ditebak sehingga sewaktu-waktu harga saham bisa jatuh, bisa juga meningkat.

            Bisa dilihat pula saham LPKR volume perdagangannya relatif rendah apabila dibandingkan dengan saham perusahaan lain karena saham perusahaan ini merupakan saham perusahaan bisnis properti yang perputaran uangnya cukup lambat dan dengan tingkat pengembalian yang rendah karena resiko yang kecil.

            Akan tetapi grafik yang mulai menunjukkan adanya peningkatan mendekati akhir tahun, bisa jadi disebabkan karena adanya kebijakan dari Bank Indonesia yang meningkatkan suku bunga sehingga peluang bisnis yang memerlukan kredit bangunan lebih menarik bagi sebagian investor.


Pada pertengahan tahun 2010 saham LPKR sempat mengalami jatuh hingga level Rp.570 per lembar saham. Hal ini kabarnya diakibatkan oleh rencana rights issue dimana Lippo Karawaci akan melepas saham ke beberapa investor strategis(private placement) di bawah harga pasar. Berdasarkan data yang dihimpun Bloomberg, saat itu sejumlah broker yang aktif menjual saham ini antara lain: JP Morgan Securities senilai Rp 26,40 miliar, Macquarie Capital senilai Rp 8,75 miliar, dan Kim Eng Securities senilai Rp 6,78 miliar. Hal ini sekaligus menunjukkan bahwa adanya isu maupun kabar tertentu dapat memberikan pengaruh yang cukup signifikan bagi pergerakan harga saham perusahaan.

November ini berdasarkan hasil rapat Dewan Gubernur Bank Indonesia, telah diputuskan bahwa BI Rate akan turun sebanyak 50 poin menjadi 6.00 persen. Turunnya BI rate tebtunya disambut baik oleh kalangan pengembang ( developers) seperti Lippo Karawaci Tbk. Sebab penurunan BI Rate itu akan mendorong bisnis properti di dalam negeri makin tumbuh. Permintaan pasar terhadap sektor perumahan dan mal juga akan makin besar. Perubahan kebijakan pemerintah atau regulasi seperti ini tentu akan sangat mempengaruhi pertimbangan investor sebelum membeli saham.

Lippo Karawaci sendiri dikenal sebagai sebuah perusahaan dengan kondisi fundamental yang baik serta memilki potensi yang tinggi di masa depan. PT Lippo Karawaci Tbk (LPKR) berhasil mencetak pendapatan usaha naik menjadi Rp 2,91 triliun pada tahun berjalan yang berakhir September 2011 dari sebelumnya Rp 2,23 triliun tahun lalu di periode yang sama. Pada saat yang bersamaan, laba usaha perusahaan pun naik menjadi Rp 623,3 miliar dari Rp 453,74 miliar.  Sebaga igambaran kecil sampai akhir kuartal ketiga kemarin, pendapatan divisi rumah sakit LPKR saja meningkat 18% menjadi Rp 894 miliar. Nilai tersebut sejalan dengan peningkatan rata-rata pendapatan dari pasien rawat jalan per hari dan rawat inap per kunjungan. Maka untuk terus mendukung kemajuan dan perkembangn bisnisnya  PT Lippo Karawaci Tbk (LPKR) menganggarkan belanja modal atau capital expenditure (capex) tahun 2012 sebesar US$ 275 juta. Kedepannya LPKR akan terus memanfaatkan momentum kuatnya penjualan perumahan, dan sedang dalam perkembangan meningkatkan skala bisnis Hospitals, Retail Mall, dan Aset Management Perseroan. Prospek maupun potensi di masa depan ini tentunya akan menjadi suatu faktor yang berpengaruh bagi pergerakan harga saham LPKR di pasar.


Akan tetapi harga saham LPKR di pasaran saat ini dianggap undervalued. Harga saham LPKR yang berkisar antara Rp.650 masih terlalu rendah dan belum mencerminkan kondisi nilai dasar dari bisnis, kualitas aset, kekuatan operasional dan finansial serta prospek bisnis LPKR yang menggairahkan. Maka, melalui Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) PT Lippo Karawaci Tbk (LPKR), Selasa (15/11), telah disetujui untuk delakukan pembelian kembali saham LPKR senilai Rp 600 miliar. Dana sebesar itu akan digunakan untuk membeli kembali saham sebanyak 294.176.047 lembar saham. Aksi buyback ini ditujukan untuk memperbaiki struktur permodalan perseroan dan sebagai refleksi keyakinan akan prospek bisnis perseroan di masa yang akan datang serta untuk mebawa harga saham perusahaan ke level harga yang tepat.

Analisis BCG Matriks Lippo Karawaci Tbk.

Lippo Karawaci Tbk membagi strategi korporasinya dalam 6 bisnis unit yang memiliki market share dan pertumbuhan yang berbeda-beda tiap unit-unitnya. Berdasarkan BCG Matriks keenam bisnis unit tersebut diklasifikasikan dalam kuadran-kuadran:

1.      Stars (high market share, high market growth)

Dalam keadaan ini unit bisnis memiliki market share dan market growth yang tinggi. Unit bisnis dalam posisi star telah memiliki suatu dominasi, namun potensinya juga masih ada. Oleh karena itu perlu dilakukan langkah-langkah strategis untuk mempertahankan posisi tersebut, antara lain dengan melakukan kreasi dan inovasi lini produk serta strategi marketing. Sebab jika sampai pertumbuhan pasar stagnan atau menurun, bisnis dapat tergeser ke kuadran cash cow.

Dengan keadaan bisnis Lippo Karawaci Tbk unit bisnis yang masuk dalam kategori stars adalah :

a)      Urban Development

Proyek pengembangan perkotaan Lippo Karawaci Tbk tengah mengalami pertumbuhan pasar yang pesat serta telah mencapai dominasi pasar dengan produk-produknya antara lain Lippo Village yang telah dibangun sejak tahun 1990-an dan kini menjadi hunian bagi lebih dari 50.000 jiwa serta telah menyerap sekitar 45.000 pekerja..

Meski rata-rata pangsa pasarnya adalah kalangan menengah keatas namun proyek-proyek Urban Development Lippo Karawaci yang telah dominan di pasar terus diburu konsumen. Hal ini tentunya didukung dengan terus bertambahnya jumlah penduduk perkotaan secara pesat yang membuat hunian dengan konsep modern begitu dibutuhkan.

b)      Retail Malls

Sebagai owner dan operator jaringan mall terbesar di Indonesia, Lippo Karawaci Tbk telah mencapai sutu dominasi dan pangsa pasar yang luas. Disamping itu pembangunan mall-mall juga masih terus dilakukan karena peningkatan pengunjung terus terjadi secara cepat. Tentunya hal ini didukung dengan gaya hidup masyarakat modern yang menginginkan suatu fasilitas yang dapat menjadi one stopped shopping, tempat hangout, rekreasi, sekaligus hiburan. Maka tak heran jika market growth retail mall terus meningkat.

Selain itu mall-mall yang telah dikelola Lippo Karawaci juga telah menjalin kerjasama dengan berbagai macam retailer semacam Matahari Departement Store, Hypermart, Timezone, dan Cinema XXI yang membuat posisinya sebagai leader pasar semakin kuat.

2.      Cash Cows (high market share, low growth)

Dalam kuadran Cash Cow unit bisnis telah mencapai/menguasai market share yang cukup luas namun kini menghadapi stagnansi atau bahkan menurunya pertumbuhan pasar (market growth). Produk telah mencapai kondisi dimana profit margin cukup besar. Dengan kata lain produk berada pada fase maturity yang membutuhkan lebih banyak proses pemeliharaan (maintenance) agar pasar yang telah dikuasai tidak meninggalkan serta lebih banyak inovasi agar tidak terjadi kejenuhan. Selain itu perusahaan juga dituntut untuk melakukan efisiensi dalam bisnisnya serta meningkatkan cash flows.

Dalam kasus Lippo Karawaci Tbk, potofolio yang masuk dalam kuadran Cash Cow antara lain :

a)      Healthcare (Hospital)

Lippo Karawaci Tbk dengan portofolio Siloam Hospitals dalam bidang healthcare telah mencapai suatu fase dimana pangsa pasar begitu luas. Sebagai gambaran, saat ini telah ada 7 Siloam Hospital yang beroperasi di 5 kota. Siloam Hospital telah mampu menydiakan layanan kesehatan berstandar internasional yang menyerap banyak konsumen dengan berbagai kecanggihan teknologi yang dimilikinya.

Namun dalam fase ini Siloam Hospital juga telah mengalami pertumbuhan pasar yang stagnan. Hal ini dipengaruhi oleh semakin majunya obat-obatan dan teknologi kesehartan. Selain itu juga dipicu dengan semakin sadarnya masyarakat untuk hidup dengan sehat. Fakto pesaing juga member pengaruh pada melambatnya pertumbuhan Siloam Hospital. Saat ini semakin banyak rumah sakit-rumah sakit berstandar internasional dengan berbagai kecanggihan teknologi yang berdiri di Indonesia. Ditambah lagi persaingan dengan rumah sakit-rumah sakit di negara lain yang kadang masih juga menjadi tujuan pengobatan pasien Indonesia.

Maka dalam fase ini yang dibutuhkan oleh Siloam Hospital adalah proses maintenance yang baik agar pasar yang masih setia tidak akan meninggalkan serta terus menerus melakukan improvement dalam memberikan pelayanan dan fasilitasnya.

b)      Hospitality and Infrastructure

Portofolio Lippo Karawaci dalam sektor Hospitality and Infrastructure banyak ditopang oleh jaringan Aryaduta Hotel and Resort Group. Saat ini telah ada 8 Hotel Aryaduta yang dioperasikan. Meski telah mencapai market share yang cukup luas, namun pertumbuhan sektor ini cenderung melambat. Hal ini bisa jadi diakibatkan eratnya kaitan bisnis hotel dengan perkembangan pariwisata. Padahal pariwisata Indonesia tengah berjuang mengatasi isu-isu keamanan dan buruknya infrastruktur. Selain itu faktor lain yang mungkin mempengaruhi pertumbuhan adalah telah ramainya pasar ini dengan berbagai macam pesaing, baik bisnis perhotelan domestic maupun jaringan hotel internasioanal. Maka perlu dilakukan maintenance dan improvement terus menerus agar portofolio ini terus dapat bertahan.

3.      Question Marks (high market growth, low market share)

Dalam kuadran ini bisnis menghadapi market share yang kecil, namun pertumbuhan pasar (market growth) cukup tinggi. Umumnya bisnis yang berada pada kondisi ini adalah bisnis baru yang masih membutuhkan pengakuan atau perhatian. Maka sangat penting bagi corporate untuk membuat bisnis atau produk ini diterima oleh masyarakat agar market share-nya terus meluas hingga dapat bergeser ke kuadran star.

Portofolio Lippo Karawaci yang termasuk dalam kondisi ini antara lain:

a)      Large Scale Integrated Development

Konsep pembangunan fasilitas yang terintegrasi dengan berbagai sarana (kawasan ekonomi, pendidikan, hiburan, fasilitas kesehatan, dll) memang tengah menjadi daya tarik bagi banyak kalangan. Maka pertumbuhan dan minat pasar terhadap produk ini cukup tinggi. Apalagi didukung dengan gaya hidup masyarkat masa kini yang memiliki mobilitas tingga dan menginginkan segalanya serba cepat dan mudah. Akan tetapi market share produk ini menjadi rendah karena unit bisnis ini hanya mencapai sasaran kalangan tertentu saja, dimana kebanyakan pasarnya adalah kalangan menengah keatas mengingat biayanya yang cukup tinggi.

b)      Property and Portofolio Management

Dalam sektor ini Lippo Karawaci Tbk menghadapi potensi pertumbuhan pasar yang cukup tinggi. Bahkan Lippo Karawaci Tbk telah mencapai berhasil melakukan investasi ke Singapura. Hal ini tentunya didukung dengan posisi Lippo Karawaci Tbk sebagai pemimpin pasar property development di Indonesia yang telah memperoleh kepercayaan pasar yang begitu tinggi.

Akan tetapi meski pertumbuhan dan potensinya tinggi, maket share serta cashflow Lippo Karawaci Tbk di sektor ini masih relatif kecil. Hal ini kemungkinan diakubatkan masih cukup barunya unit bisnis ini. Sehingga belum cukup mampu diadopsi oleh pasar. Maka yang harus dilakukan adalah terus melakukan improvement agar pasar menaruh perhatian pada bisnis ini dan akhirnya market share terus meluas di masa depan.

4.      Dogs (low growth , low market share)

Dalam kuadran ini portofolio atau unit bisnis mengalami pertumbuham pasar yang kecil dan pangsa pasar yang juga kecil. Dengan kata lain produk berada dalam masa kritis dan membutuhkan penanangan khusus dengan segera agar tidak mengalami kebangkrutan. Maka kebanyakan corporate memilih untuk menghindari atau mengeliminasi produk yang berda di fase dogs untuk menggantinya dengan bisnis baru.

Berdasarkan analisis, tidak ditemukan sub unit maupun produk dari Lippo Karawaci Tbk yang berada pada kuadran ini. Artinya umunya portofolio Lippo Karawaci masih memiliki potensi dan market share yang bisa dieksplorasi. Hal ini tentu dikarenakan adanya langkah perhitungan maupun prediksi (forecasting) yang dilakukan oleh jajaran manajer investasi Lippo Karawaci sebelum memutuskan untuk berinvestasi maupun memulai sebuah unit bisnis dan portofolio baru, sehingga tidak akan ada sumber daya yang sia-sia dalam portofolio perusahaan. 

October 4th, 2011

Identifikasi, Analisis dan Pengelolaan Risiko [ Co-Cowmilk]

                                     

Co-cowmilk berdiri tanggal 15 Juni 2011 di Jl. Kaliurang KM 11,8 dengan bentuk lesehan tempat minum susu beraneka rasa. Di tempat pertama ini, co-cowmilk menyediakan susu, roti bakar, dan pisang bakar. 

 

Pada tanggal 5 September 2011, Co-cowmilk pindah ke Jl. Moses Gatotkaca B20 (Mrican) dengan konsep semi-cafe, dan jam buka mulai pukul 11.00 pagi hingga 10 malam. Pemindahan ke tempat baru ini sekaligus mengatasi resiko di tempat sebelumnya, karena di Moses cukup ramai dan juga jam buka yang mulai lebih awal lebih menarik minat pembeli yang berada di sekitar lokasi co-cowmilk.

 

Dengan konsep baru, Co-cowmilk menambah promosi dengan membuat akun Twitter (@CoCowmilk), Blog, dan membagi selebaran serta sticker gratis.
Hambatan di lokasi yang baru ini adalah ukuran toko yang kecil, tidak mampu menampung ketika terjadi lonjakan konsumen. Selain itu, karena konsep semi-cafe yang baru, menyebabkan     biaya   operasional meningkat.

                         IDENTIFIKASI RISIKO PERUSAHAAN

co-cowmilk menghadapi risiko yang tergolong dalam risiko persediaan yang masuk dalam lingkungan operasional, yaitu persediaan bahan baku (susu) yang rawan rusak. Selain itu co-cowmilk juga menghadapi risiko persaingan dengan para pelaku bisnis snacks and beverages yang sudah ada sebelumnya.

                             Sumber Risiko (source of risk):

·         Supplier : Adanya kemungkinan pasokan dari supplier tidak datang seperti yang diharapkan (terlambat)

·         Pesaing : co-cowmilk dituntut untuk mampu bersaing dengan industri sejenis yang sudah ada.

·         Bahan baku susu murni tidak mampu bertahan lama. Susu hanya dapat bertahan dalam kondisi baik selama 1 x 24 jam. Dalam hal ini co-cowmilk mengalami risiko akibat kerusakan bahan.

·         Co-cowmilk juga menghadapi risiko kekurangan tempat dalam menampung jumlah konsumen.

 

Hazard (kondisi yang menyebabkan terjadinya risiko/ loss or gain)

·         Kondisi keterlambatan pengiriman bahan baku, yang dapat membuat proses produksi terhambat.

·         Kondisi kerusakan bahan baku akibat tidak terjual, yang membuat co-cowmilk menanggung kerugian.

·         Kondisi  keterbatasan ketersediaan tempat yang membuat co-cowmilk terhambat dalam menghadapi kelebihan konsumen/pengunjung.

                                                        Analisis Risiko :  Hambatan utama

a)      Bahan Baku Utama

Bahan baku diambil dari Koperasi Kaliurang dan Koperasi Fakultas Peternakan UGM. Susu dipasok setiap hari dan dibayar langsung pada hari itu juga. Permasalahan yang dihadapi susu sebagai bahan baku utama hanya mampu bertahan pada kondisi baik selama 1 x 24 jam dan kadang susu terlambat dipasok dari jadwal yang seharusnya sehingga mempengaruhi proses produksi dan pelayanan.

b)      Persaingan

Telah ada bisnis serupa yang membuat usaha ini harus bersaing untuk merebut pasar.

c)       Lokasi

Toko berada di kompleks ruko kecil yang disekitarnya telah ada ruko – ruko lain.

d)      Sumber daya manusia

Terbatasnya tenaga kerja yang tersedia sehingga berpengaruh terhadap pelayanan kepada konsumen


                                         Pengelolaan Risiko Perusahaan

         Bahan Baku : Susu disimpan dalam bentuk beku agar bisa bertahan lebih lama daripada adalam bentuk cair (36 Jam)

         Lokasi dan Persaingan: Untuk menghindari risio sepi pengunjung, pemilik memindah lokasi usaha ke tempat yang lebih potensial. Selain itu pemilik juga mengkreasikan menu-menu baru serta mempertahankan kualitas produk dan pelayanan (misal, rela membuang susu cair yang sudah lewat 24 jam demi kualitas rasa). Pemilik juga menyediakan berbagai macam fasilitas penunjang (hotspot, permainan, music,dsb). Hal ini untuk menghadapi risiko persaingan dengan pelaku bisnis lain.

      Risiko kekuarangan tenaga kerja: Melakukan pelayanan yang cepat tanggap. DIharapkan setiap fasilitas yang ada mampu membuat betah menunggu lama.

      Perluasan Pasar : Co-cowmilk melakukan promosi melulai social media,pendekatan kepada komunita-komunitas mahasiswa, promosi word of mouth juga dengan menjadi sponsor pada event-event tertentu. Semua itu dilakukan untuk memperluas pasar sebagai suatu bentuk risio yang harus dihadapi oleh bisnis baru seperti co-cowmilk

                                             KESIMPULAN

     Bisnis snacks and beverages termasuk salah satu bisnis dengan risiko yang cukup besar  terutama dalam hal komoditas bahan baku, kualitas rasa, dan pelayanan. Ditambah lagi dengan banyaknya persaingan dalam bisnis snacks and beverages ini. Selain itu, selera terhadap makanan maupun minuman itu merupakan suatu hal yang subjektif. Oleh karena itu, sangat perlu bagi pelaku industri ini untuk melakukan identifikasi dan analisis terhadap risiko yang mungkin terjadi agar tidak memberikan dampak kerugian terhadap bisnis tersebut.

              

Untuk bisnis baru dengan skala yang relatif kecil co – cowmilk telah melakukan proses analisis risiko yang cukup baik, pemilik mampu mengidentifikasi risiko  beserta kemungkinan – kemunginan kerugian yang dapat dialami serta memberikan solusi untuk menanggulanginya.

Akan tetapi, strategi yang diterapkan co – cowmilk ini hanya memungkinkan untuk bertahan dalam skala bisnis kecil. Di masa mendatang ketika pemilik ingin memperluas pasar dan mengembangkan bisnis kearah yang lebih baik, ia harus kembali menganalisis faktor – faktor yang menjadi risiko bagi bisnis ini di lingkungan barunya nanti. Oleh sebab itu, pemilik perlu mempersiapkan perencanaan bisnis yang matang  dari sekarang untuk mengembangkan usaha ini menjadi lebih maju di masa yang akan datang.

[posted by CEO on October 4th 8:31 PM]


     




September 8th, 2011
There’s never been a better time to be a cybercriminal, with cyberspace bandits costing adults in more than 24 countries $388 billion in the past year. The staggering estimate came in the 2011 Norton Cybercrime Report, which found that there’s more money to be made in cybercrime than there is in other, more “traditional” forms of criminal activity, including the marijuana, cocaine and heroin trade.
newsweek:

spdnews:

Cover of the Day, August 31, 2011 c/o Newsweek CD @dirkbarnett

Thanks to SPD (the Society of Publication Designers) for naming this week’s Steve Jobs cover their Cover of the Day! High fives to our Creative Director, Dirk Barnett, and our Director of Photography, Scott Hall, for their work on this.

newsweek:

spdnews:

Cover of the Day, August 31, 2011 c/o Newsweek CD @dirkbarnett

Thanks to SPD (the Society of Publication Designers) for naming this week’s Steve Jobs cover their Cover of the Day! High fives to our Creative Director, Dirk Barnett, and our Director of Photography, Scott Hall, for their work on this.

Immigration is, on the whole, good for economies; and right now, rich countries can do with all the economic help they can get. Rather than sending immigrants home, with their skills, energy, ideas and willingness to work, governments should be encouraging them to come. If they don’t, governments elsewhere will.
Immigration is a sensitive subject at the best of times, and this is not one of them. At least our position is clear (via theeconomist)

(via theeconomist)

September 4th, 2011

Profil 3 CEO

Kelompok mata kuliah Manajemen Risiko yang dinamakan “CEO” ini beranggotakan 3 orang mahasiswi Fakultas Ekonomi UAJY yang bertekad menyelesaikan kuliah sebaik-baiknya dan secepatnya. Ketiganya juga berkomitmen dan nekat untuk mendalami konsentrasi Finance Management yang kabarnya “susah sekali.”

Ini dia profil singkat ketiga mahasiswi tersebut :

CAECILIA UKIWINDARI / Uki

Lahir di Yogyakarta 28 Oktober 1991

CHRISTINE NATALIA / christine

Lahir di Medan 12 Desember 1991

FRANSISKA FEBRIANI / Siska

Lahir di Banyuwangi 12 Februari 1991

Demikianlah profil singkat tim CEO. Dengan modal semangat dan antusiasme belajar, semoga tiap usaha kami membuahkan hasil maksimal. :D

(posted by CEO 5:12 PM September 4th 2011)

Mengapa mengambil mata kuliah ini?

    

Mengapa mengambil mata kuliah Manajemen Risiko (KEU442)? Padahal ada banyak mata kuliah pilihan lainnya. Sebenarnya alasannya cukup sederhana. Dikarenakan, kami bertiga, anggota kelompok CEO, serius dan berminat untuk memperdalam bidang manajemen keuangan. Meski “desas-desusnya” konsentrasi ini bukanlah jurusan yang mudah. Tapi, kami bertekad untuk terus berusaha.

Dengan harapan setelah mengambil dan belajar dalam mata kuliah ini kami mendapatkan lebih banyak pengetahuan yang nantinya berguna untuk bekal kami dalam memperdalam ilmu manajemen keuangan. Semoga usaha kami membuahkan hasil maksimal!

(posted by CEO 5:54 PM September 4th 2011)

August 26th, 2011

Mengapa CEO?

Diantara sekian banyak nama dan istilah dalam bidang keuangan yang ada, kelompok kami memilih CEO (Chief Executive Officer) sebagai nama kelompok sekaligus judul blog kami. Mengapa?

Pemilihan nama bukan tanpa alasan. Berdasarkan definisinya kita bisa menyimpulkan bahwa seorang CEO adalah sosok dengan peranan penting dalam sebuah perusahaan. Kapabilitas seorang CEO bahkan seringkali menjadi cerminan dari kinerja perusahaan yang dipimpinnya.

Perhatikan sosok-sosok CEO yang namanya begitu terkenal di seluruh dunia. 

Steve Jobs misalnya, pria yang baru saja resign dari Apple.Inc ini merupakan CEO teknologi terbaik dalam sejarah dunia karena telah mengubah startup-nya menjadi perusahaan raksasa penghasil miliaran dollar. Tak heran berita mundurnya dia dari Apple menjadi perbincangan hangat dan bahkan menjadi Trending Topic Worldwide Twitter.

Contoh lain adalah sosok Herb Kelleher. Pendiri maskapai penerbangan Southwest Airlines ini tidak hanya berhasil menjadikan maskapai low fare-nya menjadi populer dan profitable. Ia juga telah menanamkan sebuah kultur manajemen yang baik bagi seluruh karyawan serta menunjukkan gaya kepemimpinan yang dikagumi dunia.

CEO Amazon Jeff Bezos juga menjadi contoh keberhasilan seorang CEO memimpin perusahaannya. Dimulai dengan sekedar menjual buku, kini Amazon.com menawarkan segalanya untuk dijual. Bezos tidak hanya sukses mencatat penjualan tahunan US$34 milliar untuk layanan toko online raksasanya.

Contoh-contoh diatas menjadi gambaran bagi kami mengenai pentingnya peranan CEO di perusahaan. Terutama dalam hal kepemimpinan dan tanggung jawab. Oleh karena itu, kami memilih nama CEO (Chief Executive Officer) sebagai nama kelompok dan nama blog kami, agar tanggung jawab kepemimpinan dan integritas seorang CEO dapat menjadi teladan bagi diri kami.

[posted by CEO 11:08 AM August 26th 2011]

August 25th, 2011

CEO

CEO

CEO atau yang merupakan singkatan dari Chief Executive Officer (dalam bahasa Indonesia :Pejabat Eksekutif Tertinggi), adalah jabatan tertinggi di suatu perusahaanTugas dari seorang CEO adalah memimpin dan bertanggung jawab penuh atas kestabilan perusahan yang dipimpinnya. Namun, dalam prakteknya CEO sering diartikan sebagai seorang Presiden Direktur atau Direktur Utama dalam suatu perusahaan.

 CEO dalam beberapa organisasi itu digambarkan lebih utama daripada direktur utama. Ada lagi penafsiran tentang CEO yang mengatakan kalau dia bisa dikombinasikan dengan Chairman of the Board . Bahkan ada yang mengatakan kalau CEO itu kombinasi antara Chairman of the Board dan Chief of Operational Officer.

Maka dengan kita dapat menyimpulkan bahwa CEO adalah sebuah posisi yang sangat krusial bagi sebuah perusahaan. Bahkan seorang CEO bisa juga dianggap sebagai gambaran perusahaan yang dipimpinnya. Itulah sebabnya CEO sangat penting peranannya bagi perusahaan.

[posted by : CEO 11:40 AM August 25th 2011]